Tanggal 16-18 Januari 2004 yang lalu, di Bogor, KaIL menyelenggarakan pelatihan Cara Berpikir Sistem untuk Menganalisis Permasalahan Sosial, Lingkungan dan Gender. Pelatihan ini merupakan pelatihan ketiga dari program pelatihan rutin KaIL untuk Cara Berpikir Sistem. Pelatihan dihadiri oleh 16 orang peserta, yang terdiri atas 14 dari LSM dan 2 orang dari pemerintah.
Pada pelatihan kali ini, untuk pertama kalinya, jumlah kontribusi dari peserta yang terkumpul dapat menutup biaya akomodasi, konsumsi dan materi pelatihan untuk seluruh peserta. Dengan demikian, KaIL dapat membuat lebih banyak lagi pelatihan serupa untuk kelompok yang berbeda.
Lepas dari keberhasilan di atas, ada beberapa peserta dari luar Jawa yang terpaksa tidak dapat mengikuti pelatihan ini karena tidak memiliki biaya untuk datang ke Bogor. Sementara itu, KaIL juga tidak memiliki cukup dana untuk memberikan subsidi biaya transportasi mereka. Selama ini, KaIL selalu mengadakan pelatihan dengan dana kecil dan sebagian besar diperoleh dari swadaya para peserta. Semoga di lain waktu ada kesempatan bagi KaIL untuk memberikan pelatihan serupa untuk kawan-kawan di luar Jawa.
Pelatihan dimulai dengan mengangkat permasalahan yang menjadi minat peserta, memetakan permasalahan tersebut dengan cara berpikir sistem dan memperluasnya dengan perspektif sosial, lingkungan dan gender. Berdasarkan peta permasalahan yang dibuat, kemudian dipilih masalah-masalah yang strategis dan setelah itu peserta berlatih membuat perencanaan aksi strategis.
Peserta mengelompokkan diri menjadi tiga berdasarkan kelompok minat/isu yang dibahas. Masalah-masalah yang dibahas adalah Pemilu 2004, Kerawanan Pangan dan Kerusakan Hutan. Peserta mendiskusikan permasalahan tersebut di kelompok masing-masing, kemudian dipresentasikan untuk mendapat masukan dan perluasan perspektif sosial, lingkungan dan gender dalam kelompok pleno. Dalam putaran kedua diskusi kelompok, para peserta juga bebas memberi masukan kepada kelompok yang lain untuk melengkapi peta permasalahannya.
Meskipun materi yang diberikan dan masalah yang diberikan cukup berat, peserta tetap bersemangat sampai hari ketiga. Bahkan setelah sesi berakhir, sebelum evaluasi penutup, peserta menginginkan materi tambahan yang ada di luar kurikulum pelatihan dasar. Semoga pelatihan ini dapat menambah efektivitas kerja-kerja kawan-kawan peserta! (Any)
No comments:
Post a Comment