Monday, 4 October 2004

Pertemuan Jaringan Aktivis Lintas Bidang Garap 3

Pada tanggal 12-13 Juni 2004 lalu, KaIL menyelenggarakan Pertemuan Aktivis Lintas Bidang Garap untuk ketiga kalinya. Pertemuan tersebut mengangkat tema: Antara “idealisme” dan “realitas”: Tantangan Menjadi Aktivis di Zaman Kedangkalan Neo-Liberal. Sesuai dengan namanya, pertemuan tersebut dihadiri oleh para aktivis dari kelompok kerja/isu/bidang garap yang berbeda. Pertemuan kali ini dihadiri oleh 10 orang aktivis, masing-masing dua orang aktivis dengan minat utama gender, satu orang dengan minat pendidikan lingkungan, satu orang untuk pendidikan anak jalanan (antara lain lewat media panggung boneka), seorang aktivis yang spesialisasinya membuat film dokumenter, satu orang aktivis advokasi untuk pembatasan kekuasaan bisnis, satu orang untuk pelatihan lintas sektor, dua orang aktivis pendamping petani dan seorang lagi berminat untuk masalah pendidikan, anak dan lingkungan cuma belum menemukan bentuk yang pas untuk menyalurkan minat tersebut. Beberapa peserta juga memiliki minat-minat lain di luar minat utamanya.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi semacam oase bagi para aktivis yang lelah dalam rutinitas kerja sehari-hari mereka. Dengan bertemu kawan-kawan seperjuangan dari bidang-bidang yang berbeda, diharapkan mereka akan memperoleh hiburan dan pencerahan (ide-ide baru) sehingga siap masuk kembali dalam kerja-kerja rutin mereka tentunya dengan semangat baru.

Pertemuan berlangsung secara informal sesuai dengan kondisi peserta. Materi-materi berat akan dikombinasi dengan aktivitas fisik seperti memasak, menyanyi, berjalan-jalan di sawah dan lain-lain sesuai dengan minat peserta. Dalam pertemuan ini peserta akan saling berbagi pengalaman sebagai aktivis dan saling memberikan sumbang saran untuk lebih mengembangkan satu sama lain.

Pada hari pertama, acara dimulai dengan pembukaan dan pengantar berisi apa itu Kail dan aktivitas yang dilakukannya. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan. Selain menyebut nama dan beberapa biodata secara singkat, peserta juga membagikan minatnya dan aktivitasnya sehari-hari. Acara dilanjutkan setelah makan siang sampai sekitar pukul 17.00 WIB, dengan diskusi mengenai apa itu neoliberal, cara kerjanya dan bagaimana pengaruhnya dalam hidup kita. Setelah itu diidentifikasi apa-apa saja yang biasanya dilakukan oleh aktivis untuk menghadapi neoliberalisme. Acara ini juga dimeriahkan dengan pemutaran beberapa film dokumenter karya salah seorang peserta. Dibahas pula suka dukanya menjadi single fighter dalam pembuatan film tersebut, mahalnya biaya pembuatan dan penghargaan media besar yang seringkali kurang menghargai kerja berat pembuatan film tersebut.
Sesi pagi hari kedua membahas apa yang sudah (mungkin akan dapat) dilakukan secara pribadi atau berkelompok untuk menghadapi neoliberalisme. Dari cerita-cerita pengalaman pribadi para peserta, muncul beberapa alternatif yang kemudian distrukturkan dalam kelompok-kelompok, misalnya, yang dapat dilakukan secara pribadi, dalam keluarga inti, dalam keluarga besar, dengan teman, dengan masyarakat, atau di dalam organisasi.

Pertemuan ini dilakukan murni dengan dana swadaya dari peserta. Subsidi transportasi diberikan secara terbatas bagi peserta yang benar-benar membutuhkan. Terima kasih untuk semua yang terlibat sejak persiapan, pelaksanaan sampai beres-beres lagi.

Bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Any (anyapd@gmail.com).

No comments:

Post a Comment